Sejarah perancangan sistem kerja
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pertama-tama saya panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melihpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua, serta saya yang di berikan kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga besar teknik industri UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO. perkenalkan nama saya Zilva AbdulRahim Sabaya angkatan 2018 teknik industri.
Pada awalnya tidak pernah terpikir oleh saya untuk memilih jurusan teknik industri ,karena kemauan sebagian keluarga saya yang mengiginkan saya memilih jurusan ini.
Namun saya mulai tertarik pada jurusan ini ketika saya pernah mencari beberapa argumentnya di internet mengenai jurusan ini,dan argumen itu rata-rata menunjukan nilai positif dari jurusan ini,hal ini membuat saya sedikit tertarik pada teknik industri dengan kenyataannya ternyata jurusan ini menawarkan begitu banyak hal-hal menarik.Dan hal yang paling utama membuat saya memantapkan niat untuk memilih jurusan teknik industri adalah karena “PROSPEK KERJA YANG LUAS”
Satu hal yang pasti saya ingat terus dalam kehidupan saya ketika saya menjadi mahasiswa teknik industri adalah ketika saya dan teman-teman saya sedang mengikuti praktikum, praktikum teknik industri ini bisa dibilang praktikum yang sangat menguras tenaga dan pikiran karena untuk membuat laporan praktikum butuh waktu banyak dan sering menyita waktu tidur saya, namun hasil yang didapatkan dengan usaha yang dijalankan berbanding lurus sehingga nilai atau hasil praktikum
Pesan saya sebagai mahasiswa teknik industri ini harus banyak belajar dan berlatih lagi untuk supaya tidak ada yang putus ditengah jalan dalam menjadi mahasiswa teknik industri, karena kalau hanya kegagalan dan ingin terus mencoba adalah suatu kesalahan kecil, namun apabila mengalami putus asa berarti itu suatu kesalahan besar. Karena kita sama-sama berjuang untuk menggapai tujuan dan menjadi pribadi yang lebih baik untuk kedepannya. Semangaaat.. terimakasih
Kesan-kesan yang saya dapatkan yaitu di jurusan ini saya dapat mempelajari banyak hal sekaligus dari mata kuliah dan dari praktikum yang dilakukan. Saya juga mempunyai kesempatan untuk belajar mendesain suatu produk secara manual maupun membuat inovasi-inovasi dari suatu produk atau menciptakan produk baru serta menganalisa kebutuhan-kebutuhan dari setiap konsumen yang berbeda juga meramalkan jalannya suatu produksi secara manual maupun dengan menggunakan suatu aplikasi.
"Perancangan Sistem Kerja"
Perancangan Sistem Kerja adalah suatu ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip dan teknik-teknik untuk mendapatkan suatu rancangan sistem kerja yang terbaik. Ilmu ini merupakan salah satu ilmu didalam disiplin teknik industry,bahkan dilihat dari sejarahnya, Perancangan Sistem Kerja merupakan cikal bakal disiplin ini. Perancangan Sistem Kerja terdiri dari teknik-teknik dan prinsip-prinsip untuk mendapatkan suatu rancangan sistem kerja yang lebih baik. Prinsip-prinsip ini memiliki tujuan mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi bagi perusahaan serta, aman, sehat, dan nyaman bagi pekerja. Tujuan-tujuan tersebut dikemas menjadi EASNE.
sistem kerja itu terdiri dari manusia, bahan, perlengkapan, dan peralatan (mesin, perkakas, pembantu, lingkungan kerja, dan keadaan pekerjaan-pekerjaan lainnya), empat komponen ini memiliki peran besar dalam mencapai efisiensi dan produktivitas kerja. Ketika kita berbicara tentang efisiensi, maka yang muncul di pikiran orang awam adalah perbandingan hasil kerja yang dicapai dengan ongkos yang dikeluarkan. Tetapi dalam ilmu Perancangan Sistem Kerja, “ongkos” di sini meliputi waktu yang dihabiskan, tenaga yang dikeluarkan dan/atau akibat-akibat psikologis dan sosiologis dari pekerjaan yang bersangkutan. Semakin sedikit ongkos, maka semakin efisien pula sistem kerjanya.
Pengembangan teknik tata cara kerja berdasarkan teori F.W. Taylor dan F.B. Gilbreth.
1. F.W. Taylor (1981)
· Memperhatikan para pekerja dan menilai mereka tidak berprestasi maksimal.
· Taylor menggunakan jam henti (stopwatch) untuk melakukan pengukuan waktunya.
· Pengukuran waktu ini dikembangkan terus sampai dikenal istilah waktu baku/standar untuk suatu pekerjaan.
· Penentuan aktu bagi suatu pekerjaan sangat penting bagi sistem produksi: upah perangsang, penjadwalan kerja dan mesin, pengaturan tata letak pabrik.
2. Frank B. Gilbreth
· Melakukan penelitian terhadap gerakan-gerakan kerja dan membaginya menjadi sejumlah elemen-elemen gerakan.
· Misalnya gerakan tangan mengambil sebuah gelas diurai menjadi elemen-elemen menjangkau, memegang, dan mengangkat.
·Bersama istrinya, Lilian yang juga seorang psikolog, keduanya mengembangkan serangkaian prinsip Perancangan Sistem Kerja yang dikenal dengan Ekonomi Gerakan.
· Tujuannya untuk menghasilkan suatu sistem kerja yang terancang baik, sehingga memudahkan dan menyamankan gerakan-gerakan kerja untuk menghindari atau melambatkan datangnya kelelahan (fatique).
Pada proses produksi, perancangan stasiun kerja dan metode kerja bukan hal mudah. Kesalahan dalam perancangan maupun metode kerja akan berdampak buruk pada proses secara keseluruhan. Evaluasi perancangan harus dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan metode terbaik.
Langkah-langkah penyelesaian masalah tersebut adalah sebagai berikut:
a. Mendefinisikan masalah
b. Menganalisa masalah
c. Mencari alternative solusi
d. Mengevaluasi alternative solusi
e. Mengimplementasikan solusi
Perancangan Sistem Kerja ini tidak lain tidak bukan untuk mewujudkan Sistem Kerja yang EASNE-P :
• Efektif :Output dari sistem kerja dapat memenuhi kebutuhan/menjawab tujuan. (Are we doing the right things ?)
• Efisiensi : Sistem kerja dapat menghasilkan output sesuai dengan yang diharapkan, dengan sumber daya yang paling minimum (Are we doing things right?). Rasio antara output/input yang tinggi. Lebih cepat, lebih murah.
• Aman : tidak menyebabkan kecelakaan kerja
• Sehat : tidak menyebabkan penyakit kronis
• Nyaman : membuat pekerja menjadi betah (psikologis), hubungan sosial, semangat kerja, tidak monoton, tidak membosankan.
• Produktif : maks output berkualitas
Pertama-tama saya panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melihpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua, serta saya yang di berikan kesempatan untuk menjadi bagian dari keluarga besar teknik industri UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO. perkenalkan nama saya Zilva AbdulRahim Sabaya angkatan 2018 teknik industri.
Pada awalnya tidak pernah terpikir oleh saya untuk memilih jurusan teknik industri ,karena kemauan sebagian keluarga saya yang mengiginkan saya memilih jurusan ini.
Namun saya mulai tertarik pada jurusan ini ketika saya pernah mencari beberapa argumentnya di internet mengenai jurusan ini,dan argumen itu rata-rata menunjukan nilai positif dari jurusan ini,hal ini membuat saya sedikit tertarik pada teknik industri dengan kenyataannya ternyata jurusan ini menawarkan begitu banyak hal-hal menarik.Dan hal yang paling utama membuat saya memantapkan niat untuk memilih jurusan teknik industri adalah karena “PROSPEK KERJA YANG LUAS”
Satu hal yang pasti saya ingat terus dalam kehidupan saya ketika saya menjadi mahasiswa teknik industri adalah ketika saya dan teman-teman saya sedang mengikuti praktikum, praktikum teknik industri ini bisa dibilang praktikum yang sangat menguras tenaga dan pikiran karena untuk membuat laporan praktikum butuh waktu banyak dan sering menyita waktu tidur saya, namun hasil yang didapatkan dengan usaha yang dijalankan berbanding lurus sehingga nilai atau hasil praktikum
Pesan saya sebagai mahasiswa teknik industri ini harus banyak belajar dan berlatih lagi untuk supaya tidak ada yang putus ditengah jalan dalam menjadi mahasiswa teknik industri, karena kalau hanya kegagalan dan ingin terus mencoba adalah suatu kesalahan kecil, namun apabila mengalami putus asa berarti itu suatu kesalahan besar. Karena kita sama-sama berjuang untuk menggapai tujuan dan menjadi pribadi yang lebih baik untuk kedepannya. Semangaaat.. terimakasih
Kesan-kesan yang saya dapatkan yaitu di jurusan ini saya dapat mempelajari banyak hal sekaligus dari mata kuliah dan dari praktikum yang dilakukan. Saya juga mempunyai kesempatan untuk belajar mendesain suatu produk secara manual maupun membuat inovasi-inovasi dari suatu produk atau menciptakan produk baru serta menganalisa kebutuhan-kebutuhan dari setiap konsumen yang berbeda juga meramalkan jalannya suatu produksi secara manual maupun dengan menggunakan suatu aplikasi.
"Perancangan Sistem Kerja"
Perancangan Sistem Kerja adalah suatu ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip dan teknik-teknik untuk mendapatkan suatu rancangan sistem kerja yang terbaik. Ilmu ini merupakan salah satu ilmu didalam disiplin teknik industry,bahkan dilihat dari sejarahnya, Perancangan Sistem Kerja merupakan cikal bakal disiplin ini. Perancangan Sistem Kerja terdiri dari teknik-teknik dan prinsip-prinsip untuk mendapatkan suatu rancangan sistem kerja yang lebih baik. Prinsip-prinsip ini memiliki tujuan mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi yang tinggi bagi perusahaan serta, aman, sehat, dan nyaman bagi pekerja. Tujuan-tujuan tersebut dikemas menjadi EASNE.
sistem kerja itu terdiri dari manusia, bahan, perlengkapan, dan peralatan (mesin, perkakas, pembantu, lingkungan kerja, dan keadaan pekerjaan-pekerjaan lainnya), empat komponen ini memiliki peran besar dalam mencapai efisiensi dan produktivitas kerja. Ketika kita berbicara tentang efisiensi, maka yang muncul di pikiran orang awam adalah perbandingan hasil kerja yang dicapai dengan ongkos yang dikeluarkan. Tetapi dalam ilmu Perancangan Sistem Kerja, “ongkos” di sini meliputi waktu yang dihabiskan, tenaga yang dikeluarkan dan/atau akibat-akibat psikologis dan sosiologis dari pekerjaan yang bersangkutan. Semakin sedikit ongkos, maka semakin efisien pula sistem kerjanya.
Pengembangan teknik tata cara kerja berdasarkan teori F.W. Taylor dan F.B. Gilbreth.
1. F.W. Taylor (1981)
· Memperhatikan para pekerja dan menilai mereka tidak berprestasi maksimal.
· Taylor menggunakan jam henti (stopwatch) untuk melakukan pengukuan waktunya.
· Pengukuran waktu ini dikembangkan terus sampai dikenal istilah waktu baku/standar untuk suatu pekerjaan.
· Penentuan aktu bagi suatu pekerjaan sangat penting bagi sistem produksi: upah perangsang, penjadwalan kerja dan mesin, pengaturan tata letak pabrik.
2. Frank B. Gilbreth
· Melakukan penelitian terhadap gerakan-gerakan kerja dan membaginya menjadi sejumlah elemen-elemen gerakan.
· Misalnya gerakan tangan mengambil sebuah gelas diurai menjadi elemen-elemen menjangkau, memegang, dan mengangkat.
·Bersama istrinya, Lilian yang juga seorang psikolog, keduanya mengembangkan serangkaian prinsip Perancangan Sistem Kerja yang dikenal dengan Ekonomi Gerakan.
· Tujuannya untuk menghasilkan suatu sistem kerja yang terancang baik, sehingga memudahkan dan menyamankan gerakan-gerakan kerja untuk menghindari atau melambatkan datangnya kelelahan (fatique).
Pada proses produksi, perancangan stasiun kerja dan metode kerja bukan hal mudah. Kesalahan dalam perancangan maupun metode kerja akan berdampak buruk pada proses secara keseluruhan. Evaluasi perancangan harus dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan metode terbaik.
Langkah-langkah penyelesaian masalah tersebut adalah sebagai berikut:
a. Mendefinisikan masalah
b. Menganalisa masalah
c. Mencari alternative solusi
d. Mengevaluasi alternative solusi
e. Mengimplementasikan solusi
Perancangan Sistem Kerja ini tidak lain tidak bukan untuk mewujudkan Sistem Kerja yang EASNE-P :
• Efektif :Output dari sistem kerja dapat memenuhi kebutuhan/menjawab tujuan. (Are we doing the right things ?)
• Efisiensi : Sistem kerja dapat menghasilkan output sesuai dengan yang diharapkan, dengan sumber daya yang paling minimum (Are we doing things right?). Rasio antara output/input yang tinggi. Lebih cepat, lebih murah.
• Aman : tidak menyebabkan kecelakaan kerja
• Sehat : tidak menyebabkan penyakit kronis
• Nyaman : membuat pekerja menjadi betah (psikologis), hubungan sosial, semangat kerja, tidak monoton, tidak membosankan.
• Produktif : maks output berkualitas
Terimaksih artikel ini sangat bermanfaat 👍
BalasHapus